Setelah perampungan autobiografi guna
tugas mata pelajaran bahasa indonesia. Kini, saya yang bernotabene sebagai
siswa SMA Negeri 2 Pangkajene bersama dengan teman-teman seperjuangan saya
kembali diberi amanat untuk merampungkan tugas baru di semester yang baru “novel”.
Pertama kali mendengar kata novel,
tentunya membuat perasaan saya bingung. Bingung karena penentuan tema yang akan
saya ambil sebagai tema dari novel saya nantinya. Berbulan-bulan sejak
pemberian tugas dari guru mata pelajaran bahasa indonesia saya, ide itu muncul.
Bulan ke-10 tahun kabisat ide itu tersirat di dalam pikiran saya.
Kini saya dilema antara 2 tema yang akan
saya pilih sebagai tema novel yang akan saya tulis nantinya. Setelah berhari-hari,
saya pun menulis lembar demi lembar novel diantara 2 tema yang saya pilih itu. Isinya
masih menggantung, dan saya tidak tahu bagaimana harus melanjutkan
lembaran-lembaran yang sudah saya ketik itu. Dan inilah salah satu isi dari
lembaran-lembaran yang saya tulis.
“Mulanya
aku selalu menyalahkan Tuhan. Aku selalu menuduh Tuhanlah yang membuat hidupku
ini menderita. Tuhan seakan tidak pernah mendengar doa di setiap sujudku. Tapi
pada akhirnya aku salah. Aku sadar Tuhan selalu menyimpan rahasia indah dibalik
segala ujian hidup yang menerpa setiap hidup manusia. Karena Tuhan Maha Adil
dan Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu yang tidak kita ketahui.”

0 comments:
Post a Comment